Tanaman Yang Cocok Untuk Urban Farming

Urban farming yang berarti bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan dianggap beriringan dengan keinginan masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat. Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan lantaran sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik, yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintesis. alam sistem urban farming, semua proses praktik budidaya, mulai dari penanaman bibit hingga panen dan distribusi hasil bisa dilakukan di dalam kota.

Untuk memulai urban farming, berikut ini tanaman yang bisa kamu praktikan:

  1. Cabai merupakan tanaman sayuran yang ditemukan dibanyak masakan khas Indonesia. Namun, harga cabai di Indonesia sering tidak menentu. Bahkan, pada tahun 2016, harga cabai rawit pernah mencapai Rp100.000 per kilo. Untuk mengantisipasi situasi ini, ada baiknya jika kita mulai menanam cabai sendiri di rumah.

Pada umumnya, cabai ditanam melalui biji. Bijinya dapat diperoleh dari cabai yang sudah membusuk. Jadi, jika kamu menemukan cabai yang sudah berubah warna menjadi cokelat atau teksturnya mulai lunak, janganlah dibuang karena dari buah cabai itu bisa tumbuh lebih banyak lagi cabai.

  • Tomat merupakan salah satu tanaman yang sering ditanam di pekarangan rumah karena kemampuannya untuk berbuah sepanjang tahun. Tomat kaya akan vitamin A dan C. Selain itu, tomat juga mengandung serat dan antioksidan. Buah tomat dapat dikonsumsi segar sebagai salad, minuman, atau diolah menjadi masakan.Untuk membudidayakan tomat ternyata tidak terlalu sulit. Annisa mengatakan, menanam tomat yang paling mudah adalah melalui biji. Sama seperti cabai, biji tomat dapat diperoleh dari buahnya dan dikeringkan. Namun, karena tomat termasuk salah satu tanaman yang merambat, dalam perawatannya butuh tegakan agar tanaman tidak rebah ke tanah. Setelah memeliharanya selama 3 bulan, kamu sudah dapat memanen tomat hasil kebunmu sendiri.
  • Kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan daun seledri untuk menambah cita rasa pada sop, tanaman ini juga disebut sebagai daun sop. Namun, tanaman dengan daun bergerigi ini juga bermanfaat sebagai obat-obatan, terutama untuk menurunkan tekanan darah.Budidaya seledri tidak sulit, kok. hanya dengan memisahkan anakan (tunas atau bagian tanaman yang tumbuh dari daerah akar), kita dapat memperoleh tanaman seledri yang baru. Setelah itu, tancapkan anakan pada tanah yang gembur.
  • Walaupun sering tertukar, basil (Ocimum basilicum) berbeda dengan kemangi (Ocimum citriodorum). Basil biasanya digunakan sebagai bumbu pada pasta, baik dalam bentuk segar sebagai hiasan yang dapat dimakan maupun sebagai saus. Oleh karena itu, jika kamu ingin merasakan bumbu spaghetti yang segar, tidak ada salahnya jika kamu menggunakan daun basil hasil menanam sendiri.
  • Kale merupakan tanaman daun yang kaya akan vitamin A, C dan K. Kale dapat disajikan dalam bentuk green juice, isian sandwich, atau sebagai tumisan. Daun yang memiliki rasa pahit ini menjadi populer karena manfaat kesehatannya, salah satunya adalah dapat membantu mencegah kanker.
  • Menanam bunga matahari tidak kalah mudah dengan tanaman lain. Sebagai infomasi, bunga matahari memiliki banyak jenis. Oleh karena itu, jika kamu ingin mengonsumsi bunga matahari sebagai camilan, kamu perlu memperhatikan jenis benih bunga matahari yang akan ditanam.

Adapun tanaman lain yang cocok untuk memulai urban farming yaitu :

  • cabai rawit varietas jaya
  • terong hijau varietas js Vita F1
  • kangkung unggul varietas perwita
  • bayam varietas popi
  • terong hibrida varietas dahsyat F1
  • cabai rawit varietas bagong
  • pakchoy unggul varietas js f-one

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *