URBAN FARMING SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PANGAN

Saat ini wabah virus corona [COVID-19] memasuki bulan ke empat. Dengan jutaan masyrakat yang terkena dan terdampak dari wabah ini baik di Indonesia sendiri maupun di belahan Negara lainnya. Salah satu dampak akibat wabah ini yaitu kondisi pangan baik secara global maupun secara nasional.

Wabah ini sudah merusak tatanan kehidupan sosial bermasyarakat, di antaranya hilangnya kepercayaan terhadap orang di sekitar kita. Rasa saling curiga secara naluri akan menerapkan social distancing, bahkan telah mengganggu kehangatan anggota keluarga di rumah, maka rusaklah semua tata krama yang telah dibangun selama ini. Saling jabat tangan, pasalnya virus ini bisa bepindah ketika kita berjabat tangan atau bersentuhan.

Lantaran itulah maka pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tujuan agar rantai kehidupan virus corona terputus.

Apa yang terjadi jika PSBB diberlakukan, yang pasti akan banyak pembatasan kerumunan orang, termasuk di pasar akan diberlakukan social distancing atau jaga jarak sosial. Akibatnya pengunjung pasar merosot, penjualan akan tidak sesuai harapan, akibatnya para pedagang banyak yang gulung tikar termasuk pedagang sayur mayur.

Inilah yang ditakutkan para ibu rumah tangga, jika tidak ada pedagang sayur mayur lantas bagaimana bisa memenuhi kebutuhan makanan sehat di rumah. Maka perlu adanya gerakan meningkatkan ketahanan pangan keluarga, lebih khusus lagi pada sayuran dengan membangun kebun sayur keluarga untuk melawan dampak pandemi virus corona (covid-19).

Dengan kondisi tersebut urban farming adalah solusinya. Kita bisa memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar rumah, seperti diteras, dibelakang rumah disamping rumah atau bahkan di rootop/balkon rumah. Urban Farming menjadi pilihan untuk membantu ketahanan pangan khususnya di lingkungan keluarga dan didaerah yang memiliki lahan sempit.

Dengan metode urban farming sangat hemat tempat, sehingga bisa bercocok tanam sekalipun hanya di balkon atau diteras saja. Tanamannya pun bisa bervariasi, mulai dari pakchoi, terong, bayam, Lombok, sawi, kangkung dan sayur mayor lainnya yang bisa membantu lingkungan keluarga.

Tak perlu repot dan khawatir pergi kepasar, karena kita hanya memerlukan beberapa pot tanaman dan bibit unggul untuk memulai membuat lading sayur mayor dilahan yang telah ada dirumah. 

Nah yuk order benih untuk ditanam

Klik :

https://tinyurl.com/Orderbenih

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *