Urban Farming, Tren Bercocok Tanam di Lahan Sempit

Apakah kamu pernah mendengar istilah Urban farming? Urban farming adalah suatu metode bertani di halaman rumah dengan memanfaatkan lahan sempit serta menggunakan media tanam yang bisa ditemukan di sekitar rumah. Urban farming kini menjadi tren yang digemari oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Konsep yang awalnya hanya inisiasi dari segelintir komunitas pecinta lingkungan kini menjadi tren gaya hidup urban. Hal ini didukung oleh masyarakat perkotaan yang ingin memulai gaya hidup sehat.

Jika selama ini untuk bertani dibutuhkan lahan yang luas, dengan konsep urban farming lahan sempit pun bisa digunakan untuk bercocok tanam seperti halaman di depan rumah atau atap rumahmu. Media tanamnya pun cukup menggunakan benda-benda disekitarmu, seperti botol kaca, pot, pipa bekas, atau polybag. Sistem penanamannya pun tidaklah sulit, kamu bisa menggunakan sistem penanaman vertikultur, hidroponik, dan akuaponik.

Banyak manfaat yang didapatkan dengan melakukan tren ini, terutama untuk kamu yang punya resolusi untuk memulai gaya hidup sehat. Karena hasil panen yang didapatkan dari urban farming lebih sehat lantaran menerapkan sepenuhnya penanaman organik serta bebas dari peptisida. Selain itu rumahmu akan terlihat lebih indah dan lebih sejuk karena dipenuhi oleh tanaman hijau. Dengan menerapkan urban farming kamu juga turut membantu mengurangi polusi udara di lingkunganmu.

Lalu tanaman apa saja yang bisa kita tanam di rumah? Cukup banyak tanaman yang dapat ditanam dirumah, terutama sayuran yang dikonsumsi sehari-hari. Cabai merupakan tanaman yang sering ditanam di pekarangan rumah. Selain karena merupakan sayuran yang selalu digunakan di setiap masakan cabai juga cukup mudah untuk ditanam. Sayuran lain yang bisa juga kamu tanam di rumah adalah bayam, kangkung, tomat, terong, dan masih banyak lagi. Tidak hanya daoat menghemat uang belanja, hasilnya pun lebih sehat karena bebas dari zat kimia dan peptisida.

Bagaimana sudahkan kamu tertarik untu menerapkan urban farming di halaman rumahmu?

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *